Home | Tourism Object | Directory
Selasa, 21 November 2017  

Wood Painting Kaliurang: Menambah Citra Kaliurang

Kaliurang, bagi siapa pun yang mendengar nama tersebut pastilah yang akan terlintas adalah sebuah kawasan wisata alam dengan lanskap pemandangan Gunung Merapi. Memang tidak salah, namun cobalah telisik lebih lanjut kawasan Kaliurang ini lebih dalam. Lebih tepatnya, mari menuju Jalan Astomulyo, Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Di kawasan Astomulyo ini, terdapat sentra pembuatan wood painting (kerajinan kayu lukis) yang sanggup mengubah persepsi Anda tentang Kaliurang.

Berawal dari sebuah hobi yang ditekuni sejak awal dekade 90 oleh seorang warga Astomulyo, kerajinan kayu lukis ini membutuhkan waktu hampir sepuluh tahun untuk bisa dikenal seperti sekarang. Meskipun masih belum maksimal, tapi keadaan promosi kerajinan kayu lukis Kaliurang ini, sekarang sudah mulai dikenal hingga luar negeri. Sentra kerajinan kayu lukis ini menghasilkan beragam kerajinan fungsional maupun hiasan kayu yang memiliki nilai artistik tinggi. Ragam kerajinan tersebut antara lain cepuk, topeng kayu, tempat perhiasan, patung hingga vas bunga. Kerajinan tersebut kesemuanya diproduksi satuan tanpa proses produksi massal seperti kebanyakan pembuatan kerajinan kayu di daerah lain.

Wood Painting

Selain di Kaliurang, Yogyakarta sebenarnya telah memiliki Desa Bobung di Gunungkidul dan Desa Krebet di Bantul, yang sudah dikenal terlebih dahulu sebagai sentra kerajinan kayu. Kedua desa ini bahkan selama ini sudah menjadi ikon dari kerajinan batik kayu (wooden batik). Melihat keadaan itulah, kerajinan wood painting di Kaliurang mencoba mengambil segmentasi lain, yang selain belum digarap juga bisa menjadi penanda lain dari seni kerajinan kayu.

Berbeda dengan yang terdapat di Desa Bobung maupun Desa Krebet, wood painting mengambil karakteristik pelukisan seluruh badan kayu dengan menggunakan cat. Secara sederhana, bentuk dasar dari kerajinan dijadikan sebagai kanvas oleh pengrajin untuk menuangkan ide dalam melukis. Oleh karena itulah seni kerajinan ini disebut dengan wood painting bukan wooden batik.

Jika dilihat sepintas, wood painting memang tampak mirip dengan woodwn batik. Namun jika diperhatikan lebih detil, wood painting memiliki motif yang detil dan jelas karena langsung dilukis oleh pengrajin. Dari segi warnanya pun, wood painting terlihat lebih terang dan mencolok. Perbedaan itulah yang menjadikan wood painting Kaliurang memiliki nilai tambah. Meskipun proses pengerjaannya relatif lebih lama.

Kayu yang digunakan untuk wood painting ini adalah kayu mahoni yang mudah di bentuk. Lonjoran-lonjoran kayu mahoni, awalnya di potong sesuai ukuran baku produk. Potongan-potongan tersebut kemudian di bentuk dengan menggunakan mesin bubut untuk mendapatkan bentuk dasar. Setelah proses tersebut, bentuk dasar produk kemudian didempul dan kemudian di haluskan. Nah, proses selanjutnya inilah yang menarik untuk di lihat. Produk yang telah dihaluskan tersebut kemudian dilukis satu persatu dengan cat tembok yang telah dicampur dengan bahan pewarna. Proses pekukisan inilah yang membutuhkan waktu paling lama. Sebab, selain dilakukan satu-persatu, motif dan pewarnaan juga membutuhkan ketelitian, dan tentu saja ketelatenan.

Setelah proses pelukisan ini, barulah produk kemudian dapat di jual. Rate harga jual produk wood painting ini berkisar antara Rp 6.000,00—Rp 1.5 juta rupiah. Besarnya harga di dasarkan pada tingkat kerumitan pelukisan dan besar kecilnya produk.

Kerajinan wood painting juga telah berhasil menembus pasar ekspor. Rata-rata dalam tiap bulannya, sentra kerajinan wood painting Kaliurang melayani permintaan pasar ekspor ke Malaysia, Singapura dan Spanyol. Selain ekspor, wood painting Kaliurang ini  juga melayani pasar lokal, seperti Jakarta, Surabaya, serta Bali. Untuk pasar lokal ini, wood painting Kaliurang sudah memiliki pengepul tetap.

Menurut salah seorang pengrajin, Susanna, omset perbulan usaha ini rata-rata mencapai 25 juta per bulan. Dari omset itulah, Susanna bisa mempekerjakan 17 orang.

Menambah Nilai Plus Kaliurang

Kerajinan wood painting Kaliurang ini, sebenarnya sangat potensial sekali untuk menambah nilai plus kunjungan wisatawan ke Kaliurang. Trademark Kaliurang yang selama ini dikenal sebagai objek wisata alam bisa ditambah dengan wisata belanja dan minat khusus, dengan kehadiran sentra kerajinan wood painting ini. Bagi Anda para kolektor benda-benda artistik maupun tradisional, wood painting Kaliurang bisa menambah koleksi barang artistik Anda. Sedang, bagi Anda yang tertarik pada pembuatan kerajinan bisa langsung menuju ke tempat produksi wood painting Kaliurang. Dengan senang hati, para pengrajin akan menjelaskan proses produksi wood painting ini.

Oleh karena itulah, merupakan perpaduan yang menarik sekali apabila wisatawan yang berkunjung ke Kaliurang dapat singgah sejenak ke sentra wood painting Astomulyo di Kaliurang. Dan tentu saja, wisatawan tidak perlu merisaukan persoalan akomodasi maupun fasilitas di sekitar kawasan wood painting ini. Letaknya yang masih dalam satu kompleks dengan Kaliurang, menjadikan akomodasi dan fasilitas, seperti restoran, penginapan maupun keamanan bisa terjamin. Keistimewaan-keistimewaan inilah yang menjadikan Jogjatrip.com merekomendasikan wood painting sebagai salah satu alternatif wisata bagi Anda. Selamat berkunjung ke wood painting Astomulyo.

 

Teks: Adi Tri Pramono
Foto: Koleksi Jogatrip.com │ Fotografer: Adi Tri Pramono

More Recomended

Top of Page | Desktop Version
Home | About Us | Contact Us
© 2010-2017 Jogjatrip All rights reserved