Home | Tourism Object | Directory
Sabtu, 23 September 2017  

Desa Wisata Garongan, Harmonisasi Eksotisme Merapi dan Keunikan Tradisi

Tidak akan habisnya bila membahas wisata desa di Yogyakarta, terutama dari Kabupaten Sleman. Beragam jenis dan inovasi yang ditawarkan membuat semakin meningkatnya daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sleman. Salah satunya adalah Desa Wisata Garongan. Desa yang bersandar di kaki Gunung Merapi ini menawarkan berbagai variasi bagi para pengunjung, baik untuk sekadar berlibur maupun untuk menambah wawasan. Berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Yogyakarta, dan terletak pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, menjadikan desa ini memiliki udara yang sangat sejuk dan menjadikannya lebih eksotis dengan pemandangan Gunung Merapi yang terlihat jelas di pagi hari.


Letak Desa Wisata Garongan di Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dekat dengan Gunung Merapi menjadikannya sering dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara yang tertarik dengan keindahan Gunung Merapi. Gunung api yang masih dinyatakan aktif ini secara berkala mengeluarkan debu vulkanik dan asap akibat aktifivitas lava yang berproses di dalamnya. Dari Desa Garongan, Gunung Merapi akan terlihat lebih utuh, berbeda dengan ketika pengunjung melihatnya dari Kaliurang karena terhalang beberapa bukit.


Selain pesona dari Gunung Merapi, Desa Wisata Garongan juga menawarkan produk-produk hasil pertanian maupun perikanan. Mayoritas warga bekerja sebagai petani salak dan peternak, dari beternak ikan, ayam, sapi, atau kambing. Bentangan perkebunan salak menjadi panorama menarik yang ada di desa ini. Para wisatawan dapat secara langsung belajar bercocok tanam salak, mulai dari proses penanaman, pembuahan, sampai tahap panen atau memetik salak. Buah salak, selain dijual langsung, juga dapat diolah menjadi bentuk makanan lainnya seperti dodol salak dan keripik salak. Selain itu, di desa ini juga terdapat banyak sekali kolam tambak untuk pemancingan. Setiap hari Sabtu dan Minggu, dibuka pasar ikan yang menjual berbagai macam ikan segar air tawar hasil dari peternakan masyarakat.


Tidak hanya itu. Di Desa Wisata Garongan juga masih terdapat berbagai macam upacara tradisi yang unik, seperti Nyadran, Muludan, Kenduri, dan Merti Bumi Tunggul Arum yang telah dijadikan sebagai agenda tahunan. Upacara-upacara adat tersebut merupakan suatu bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil alam yang melimpah. Dalam acara-acara tersebut, wisatawan juga dapat melihat kesenian asli masyarakat Garongan, seperti seni musik Gejog Lesung dan seni tari Kubro Siswo.

Sejak tanggal 5 Agustus 2006, di Desa Wisata Garongan telah dibentuk Badan Pengelola Desa Wisata yang terdiri dari kaum bapak dan ibu-ibu PKK serta pemuda-pemudi yang terhimpun di Karang Taruna. Dengan adanya badan pengelola itu, desa ini mulai menawarkan potensi wisata lain seperti camping ground di tengah-tengah perkebunan salak dengan latar belakang pemandangan Gunung Merapi. Selain itu, juga terdapat outbond area di kawasan tersebut. Di bagian timur camping ground, mengalir Sungai Sempor yang airnya jernih dan masih alami. Wisatawan dapat melakukan susur sungai di Sungai Sempor dengan medan yang cukup bersahabat.

Desa Wisata Garongan terbuka bagi siapa saja, masyarakat telah menyediakan rumah-rumah mereka untuk dijadikan sebagai home stay. Desa ini sering menjadi tujuan live in bagi para siswa dari beberapa sekolah, baik dari dalam maupun dari luar Yogyakarta. Di Desa Wisata Gerongan, kita tidak hanya bisa menikmati kekayaan alam, namun kita juga dapat belajar dari alam itu sendiri. Selain itu, keunikan tradisi dan keramah-tamahan warga desa juga menjadi daya tarik yang memberi nilai tambah tersendiri.

Teks: Indra Jati Prasetiyo

More Recomended

Top of Page | Desktop Version
Home | About Us | Contact Us
© 2010-2017 Jogjatrip All rights reserved