Home | Tourism Object | Directory
Sabtu, 23 September 2017  

Museum Pendidikan Indonesia, Memperkokoh Citra Yogyakarta Sebagai Kota Pendidikan

Predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan nampaknya tidak akan pernah tergantikan. Meski perguruan tinggi mulai menjamur di berbagai kota kecil, Yogyakarta tetap menjadi rujukan utama pelajar yang ingin melanjutkan studi. Citra Kota Pendidikan tersebut semakin kuat dengan adanya Museum Pendidikan Indonesia (MPI) di Kompleks Kampus Pusat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). MPI merupakan museum pendidikan yang pertama di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi sumber belajar dan wisata edukatif bagi seluruh masyarakat.

Latar belakang pendirian Museum Pendidikan Indonesia sendiri berawal dari kegelisahan yang muncul ke permukaan bahwa belum ada pihak yang mendokumentasikan mengenai sejarah pendidikan di Indonesia. Alm, Prof. Sugeng Mardiono Phd, yang kala itu menjabat sebagai Rektor UNY pun menangkap visi tersebut. Sebagai kampus pendidikan yang terletak di Kota Pendidikan, sudah selayaknya UNY memiliki dokumentasi tentang sejarah pendidikan di Indonesia dan menunjukkannya kepada masyarakat luas. Beranjak dari hal tersebut maka dibentuklah tim pengembang MPI yang bertugas untuk mengonsep sekaligus melaksanan proses pembangunan MPI. Tim pengembang ini berasal dari 6 fakultas yang ada di UNY dan pascasarjana.

Setelah melalui berbagai proses, akhirnya MPI berdiri dengan megah di atas lahan bekas Kantor Registrasi yang bersebelahan dengan Gedung Pascasarjana dan Gedung FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Dipilihnya lahan ini sebagai lokasi MPI bukan tanpa sebab. Dulunya, lahan ini merupakan Gedung Rektorat UNY yang pertama kalinya, sehingga secara tidak langsung lahan ini memiliki nilai historis yang tinggi berkaitan dengan sejarah UNY yang notabene menjadi kampus pendidikan di Yogyakarta. Mimpi untuk mempublikasikan kepingan sejarah pendidikan di Indonesia yang memiliki karakter khusus pun mulai terwujud. Tepat pada 8 Juli 2008, Museum Pendidikan Indonesia diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Saat ini Museum Pendidikan Indonesia  terus berbenah diri dan berusaha menambah serta melengkapi koleksi yang ada. Beragam koleksi yang dimiliki oleh MPI terbagi menjadi beberapa jenis, yakni arsip, realia (alat pembelajaran), media pembelajaran, serta foto-foto sejarah pendidikan. Koleksi tersebut berasal dari koleksi milik UNY sendiri, beli, tukar, hibah, atau titipan. Tak hanya menambah koleksi, gedung MPI juga terus di renovasi dan diperluas.

Bangunan Museum Pendidikan Indonesia sendiri saat ini terdiri dari beberapa bagian. Ruang yang pertama adalah front office atau lobi yang menjadi pintu masuk pengunjung. Di ruangan ini pengunjung dapat mengakses informasi mengenai MPI melalui komputer anjungan atau bertanya langsung kepada pemandu yang berjaga. Jika Anda meminta, para pemandu ini tak segan untuk menjelaskan mengenai semua koleksi yang ada di MPI.

Ruangan selanjutnya adalah ruang pamer yang disebut dengan Ruang Gallery 1, Ruang Gallery 2, dan Ruang Gallery 3. Masing-masing Ruang Gallery ini menampilkan koleksi yang berbeda. Ruang Gallery 1 menampilkan koleksi berupa peralatan belajar pada masa dulu. Di tempat ini pengunjung akan menemukan bermacam-macam peralatan tulis kuno hingga modern. Peralatan tulis tersebut antara lain daun lontar yang biasa digunakan untuk menulis naskah kuno, nib (mata pena untuk menulis dengan tinta basah), sabak dan grib, kertas merang, kapur tulis, hingga pensil dan pulpen. Selain alat tulis, di Ruang Gallery 1 ini pengunjung akan disambut dengan jajaran foto menteri pendidikan, koleksi numismatik, miniatur rumah tradisional, sepeda guru, globe, dan diorama kelas. Saat memasuki Ruang Gallery 1 ini pengunjung diajak untuk berkontemplasi, bahwa pelaksanaan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi, politik, sosial serta budaya yang ada.

Memasuki Ruang Gallery 2, Anda akan disambut dengan foto besar Ki Hadjar Dewantara. Selain itu ada juga foto R. A. Kartini, Dewi Kartika, dan foto-foto bersejarah yang ada kaitannya dengan dunia pendidikan dalam ukuran yang lebih kecil. Di ruangan ini juga terdapat koleksi buku-buku pelajaran, rapor, ijazah, dan surat tanda tamat belajar dari berbagai tahun. Sedangkan di Ruang Gallery 3 yang berbentuk seperempat lingkaran terdapat beragam media pembelajaran seperti mesin ketik kuno, mesin sheet, epyscope, pengukur masa, mikroskop, dan media pembelajaran dari berbagai disiplin ilmu.

Guna melengkapi proses pembelajaran, MPI dilengkapi dengan Gedung Cinema sekelas bioskop dengan kapasitas 116 kursi. Di Gedung Cinema ini biasa diputar film dokumenter maupun film populer yang berkaitan dengan dunia pendidikan seperti Denias dan Laskar Pelangi. Selain ruangan-ruangan, MPI juga melengkapi dirinya dengan area bermain yang terletak di halaman depan dan belakang gedung. Playground area ini bersebelahan dengan UNY food court dan juga pendopo yang biasa digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian.

Sebagai satu-satunya museum pendidikan di Indonesia, MPI menjadi salah satu destinasi wisata edukatif di Kabupaten Sleman yang layak untuk dikunjungi. Di MPI, pengunjung tidak akan menemukan museum yang kumuh dan gelap atau hanya sebatas jadi tempat penyimpanan benda usang, melainkan museum yang terang, bersih, dengan koleksi yang menarik serta pelayanan yang baik. Fasilitas pendukung yang ada di sekitar museum pun terbilang lengkap, mulai dari shelter TransJogja, bank, food court, masjid, perpustakan, stadion atletik, hingga UNY Hotel.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang sejarah pendidikan di Indonesia, silahkan Anda berkunjung Museum Pendidikan Indonesia yang terletak di Kampus Pusat UNY, Jalan Colombo no. 1, Karangmalang, Sleman, DIY. Museum Pendidikan ini buka mulai pukul 07.30 – 15.00 WIB tiap hari Senin hingga Kamis, sedangkan pada hari Jumat jam buka museum mulai pukul 07.30 – 13.30 WIB. Khusus untuk hari Sabtu dan Minggu MPI tutup, namun jika ada wisatawan rombongan yang ingin berkunjung MPI akan buka dengan catatan harus konfirmasi kedatangan terlebih dahulu. Tiket masuk MPI terbilang cukup murah, yakni Rp 2.500,00. Bahkan, bagi wisatawan yang datang berombongan akan mendapatkan diskon khusus. Jadi, tunggu apa lagi? Mari dukung Gerakan Nasional Cinta Museum dengan berkunjung ke Museum Pendidikan Indonesia.

Teks: Eisabeth Murni

Foto: Koleksi Jogjatrip.com || Fotografer: Elisabeth Murni

More Recomended

Top of Page | Desktop Version
Home | About Us | Contact Us
© 2010-2017 Jogjatrip All rights reserved