Home | Tourism Object | Directory
Sabtu, 23 September 2017  

ArtJog Diikuti Puluhan Seniman dan Ratusan Karya

Yogyakarta, Jogjatrip.com – ArtJog ajang pameran seni rupa komtemporer akan dibuka oleh Triawan Munaf, Direktur Badan Ekonomi Kreatif RI pada Sabtu (6/6) malam di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Pameran yang akan berlangsung sampai 28 Juni 2015 diikuti 87 seniman seni rupa dari berbagai negara dan mengetengahkan 103 karya. “Ini merupakan ArtJog Ke 8 dengan mengusung tema Infinity in Flux. Diikuti dari berbagai negara yakni Indonesia, Jepang, Amerika, Australia, Malaysia, Perancis dan Inggris,” kata Satriagama Rakantaseta, Direktur ArtJog kepada wartawan, Rabu (3/6).

Menurut Striagama, ArtJog ingin menampilkan ekspresi multiindra dan meniadakan batasan antara seniman dan pengunjung. Di samping itu, mendorong seniman untuk lebih kreatif menggabungkan berbagai aspek statis dan dinamis dalam karyanya. Pada beberapa karya seniman melibatkan aspek kinetik dan sensorik dengan berbagai material. “Dari ratusan karya itu hanya satu lukisan di atas kanvas,” ujar Satriagama.

ArtJog menampilkan dua program utama yaitu Commission Work dan Special Presentation. Dalam Commission Work menghadirkan 8 sepeda interaktif bertajuk ‘Taman Budaya’ yang digubah menjadi berbagai macam wahana. Dan Special Presentation memamerkan karya-karya seniman International seperti Yoko Ono dari Jepang. Yoko menampilkan karya ‘Wish Tree’ yang dikerjakan sejak tahun 1981 hingga kini.

Seperti biasa perhelatan ArtJog selalu ditandai dengan ikon yang berbeda. Di halaman TBY ada instalasi berupa bola setinggi 12 meter yang terbuat dari jalinan besi, kawat dan rangkaian tanaman Cuphea Hyssopifolio (sejenis tanaman pagar). Instalasi ini berjudul ‘Green Flux’, yang di dalamnya untuk mempresentasikan karya dari Yoko Ono.

Sementara itu Bambang Witjaksono, Kurator ArtJog menilai penyelenggaraan ArtJog selama  7 tahun sangat diminati para pengunjung dan selalu penuh. Karya yang ditampilkan di ArtJog tidak berkutat pada satu tema,  tetapi mengolah alat, bahan serta teknik. Karya seni rupa bukan lagi sesuatu yang kaku dan berjarak dengan penonton. “Bahkan penonton bisa melebur serta ikut berinteraksi dalam karya seni yang dipamerkan,” kata Bambang.

ArtJog yang didukung bukan saja dari perupa namun beragam profesi seperti paranormal, perancang busana, arsitek serta kolaborator bidang komputer, teknisi elektronika, programmer internet, tukang las, musisi hingga perajin bambu. Ini menandakan posisi seni rupa saat ini tidak terbatas. *** (Teguh R Asmara)

More News

Top of Page | Desktop Version
Home | About Us | Contact Us
© 2010-2017 Jogjatrip All rights reserved